Posted by: arpumiko on: September 20, 2008
Di proses produksi semen, kondisi yang baik untuk membentuk nitogen oksida (NOx), dapat selalu dicapai karena proses ini melibatkan temperatur yang tinggi (A). Pada intinya, semua emisi NOx yang bergabung dengan pembuatan semen terbentuk di tanur putar. Meskipun, ada beberapa operasi pemanasan lainnya di pabrik semen, seperti pengeringan bahan baku di vertical raw mill atau [...]
Posted by: arpumiko on: September 20, 2008
Pada masa mendatang, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat; tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk memenuhi permintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumber daya batubara Indonesia yang masih melimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut industri yang selama ini berbahan bakar minyak untuk beralih menggunakan [...]
Posted by: arpumiko on: September 20, 2008
Semen berasal dari bahasa latin “cementum”, dimana kata ini mula-mula dipakai oleh bangsa Roma yang berarti bahan atau ramuan pengikat, dengan kata lain semen dapat didefinisikan adalah suatu bahan perekat yang berbentuk serbuk halus, bila ditambah air akan terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan digunakan sebagai pengikat (mineral glue). Pada mulanya semen digunakan orang-orang [...]
Posted by: arpumiko on: September 19, 2008
Co-Processing adalah sebuah makna efisiensi dan berkelanjutan dari pengelolaan produk samping industri, limbah diluar ketentuan, produk kadaluarsa dan bahan limbah lainnya yang tidak bisa didaur ulang secara biasa. Limbah dimanfaatkan energi potensial dan komponen mineral yang terdapat di dalamnya yang kemudian dibuat menjadi sebuah produk penting yaitu semen portland. Pada proses ini, bahan bakar fosil [...]