Arpumiko’s Weblog

Proses Kering

Posted on: July 16, 2010

Pada proses ini bahan baku dihancurkan di dalam raw mill dalam keadaan kering dan halus. Untuk menunjang proses pengeringan di raw mill maka udara panas sebagai media pengering dialirkan dari tanur putar. Kemudian hasil penggilingan raw mill tersebut yang berkadar air 0,5 – 1% dikalsinasikan di dalam tanur putar. Konsumsi panas di rotary kiln yang dibutuhkan yaitu 900 – 700 Kcal/Kg klinker.  Hasil pembakaran di tanur putar berupa butiran hitam yang disebut terak / klinker. Kemudian terak / klinker tersebut digiling di finish mill dengan menambahkan gipsum pada perbandingan tertentu untuk membentuk semen. Proses kering ini menawarkan banyak keuntungan yaitu: tanur putar yang digunakan relatif pendek, kapasitas produksi lebih besar, konsumsi panas yang digunakan relatif rendah sehingga konsumsi bahan bakar rendah, sehingga menjadikan proses kering ini pilihan banyak produsen semen dalam proses pembuatan semennya.

Pustaka:

Austin, G.T. 1984. Shreve’s Chemical Process Industries.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • arpumiko: Bapak Prayogo Sedjati yang saya hormati, Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan saya membalas pertanyaan dari Bapak dikarenakan oleh kesibukan
  • Prayogo Sedjati: Pagi Pak Arpumiko, saya punya lahan trass di Cilegon dgn kandungan utama sbb. : 1. Fe2O3 = 9,31% 2. Al2O3 = 19,59% 3. CaO = 7,
  • arpumiko: Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas komentar dan kunjungan anda, rumus kimia dari trass itu banyak, karena kandungan bahan di dalam trass itu be

Categories

%d bloggers like this: