Arpumiko’s Weblog

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Di proses produksi semen, kondisi yang baik untuk membentuk nitogen oksida (NOx), dapat selalu dicapai karena proses ini melibatkan temperatur yang tinggi (A). Pada intinya, semua emisi NOx yang bergabung dengan pembuatan semen terbentuk di tanur putar. Meskipun, ada beberapa operasi pemanasan lainnya di pabrik semen, seperti pengeringan bahan baku di vertical raw mill atau batubara di coal mill, namun panas dari gas buang tanur putar yang digunakan untuk operasi pemanasan tersebut semakin menambah kontribusinya dalam pembentukan emisi NOx.

Di tanur putar, emisi NOx terbentuk selama pembakaran bahan bakar, dengan dua prinsip berikut ini:

1. Oksidasi dari molekul nitrogen yang ada di udara pembakaran yang dapat juga diartikan pembentukan NOx secara termal.

2. Oksidasi dari campuran nitrogen yang ada di bahan bakar yang dapat juga diartikan pembentukan NOx di bahan bakar.

Seringkali, umpan bahan baku sebelum masuk ke tanur putar juga mengandung campuran nitrogen yang akan membentuk NOx yang sama dengan pembentukan NOx di tanur putar akibat gas pembakaran dan bahan bakar. Karena proses dari pembakaran dan pembentukan terak, maka pembentukan NOx secara termal akan sangat dominan terjadi dalam pembentukan NOx dalam proses produksi semen (B).
Pustaka:
(A) Anonim. 2006. Emerging Technologies for Biosolid Management. http://www.epa.gov. 5 Agustus 2008, pukul 08:27 WIB.
(B) Battye, Rebecca. 2000. NOx Control Technology for The Cement Industry. http://www.epa.gov. 5 Agustus 2008, pukul 08:33 WIB.

Advertisements

Co-Processing adalah sebuah makna efisiensi dan berkelanjutan dari pengelolaan produk samping industri, limbah diluar ketentuan, produk kadaluarsa dan bahan limbah lainnya yang tidak bisa didaur ulang secara biasa. Limbah dimanfaatkan energi potensial dan komponen mineral yang terdapat di dalamnya yang kemudian dibuat menjadi sebuah produk penting yaitu semen portland. Pada proses ini, bahan bakar fosil dan bahan mentah pembuatan semen dicampur dengan bahan limbah yang dialihkan dari landfills atau insinerator (A).

Co-processing adalah salah satu upaya pengolahan limbah dengan melibatkan tanur putar pabrik semen yang menyediakan suhu yang tinggi, waktu tinggal yang lama, kelebihan oksigen, dan pencampuran yang baik sehingga bisa dimanfaatkan energi dan substitusi bahannya dari komponen limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Co-processing dari limbah berbahaya di tanur putar pabrik semen telah dilaksanakan selama lebih dari tiga puluh tahun, dan telah diakui layak untuk mengolah limbah berbahaya berdasarkan peraturan Uni Eropa dan Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya (V). Karena, berdasarkan penelitian di beberapa negara yang telah menggunakan limbah sebagai bahan bakar di tanur putar pabrik semen, tidak menimbulkan emisi yang berbahaya dari gas buangnya.

Pustaka:
(A) Anonim. 2008. Co-Processing.  http:// http://www.geocycle.com. 5 Agustus 2008, pukul 08:17 WIB.
(V) Vijgen, John. 2008. Cement Kiln Co-Processing.  http://www.ihpa.info. 5 Agustus 2008, pukul 08:24 WIB.



  • arpumiko: Bapak Prayogo Sedjati yang saya hormati, Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan saya membalas pertanyaan dari Bapak dikarenakan oleh kesibukan
  • Prayogo Sedjati: Pagi Pak Arpumiko, saya punya lahan trass di Cilegon dgn kandungan utama sbb. : 1. Fe2O3 = 9,31% 2. Al2O3 = 19,59% 3. CaO = 7,
  • arpumiko: Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas komentar dan kunjungan anda, rumus kimia dari trass itu banyak, karena kandungan bahan di dalam trass itu be

Categories